Karena sebentar lagi akan diadakan Asean Games 2018 yang berpusat di Jakarta dan Palembang, saya tertarik untuk membuat sejarah awalnya.
Obor ini hasil dari perpaduan antara budaya Jakarta dan Palembang.
Desain Obor Asian Games 2018 ini merupakan perpaduan dua alat beladiri tradisional dari Betawi (Jakarta) yakni golok dan Palembang yakni skin. Dirancang oleh Panitia Pelaksana (INASGOC), desain ini diharapkan mencerminkan semangat untuk terus mengasah diri dan melambangkan persatuan.
Obor berwarna perak ini nantinya akan diarak melewati dua negara dan 50 kota di Indonesia.
Dengan memadukan dua alat tradisional untuk beladiri asal Betawi dan Palembang, jadilah sebuah bentuk Obor yang indah dan gagah yang akan menjadi wadah bagi api abadi Asian Games untuk berkobar.
Obor ini memiliki tinggi 600 mm dan lebar 35-90 mm, dengan berat kosong 1600 gr. Saat terisi penuh bahan bakar gas propane, beratnya akan menjadi 1725 gr.
Sekian artikel mengenai hal-hal yang terkait dengan Obor Asean Games :)
Selasa, 31 Juli 2018
Minggu, 29 Juli 2018
Kenapa memilih SMAN 68 Jakarta?
Memilih SMA ketika saya masih SMP sungguh membingungkan. Salah satu faktornya karena saat itu saya belum mengikuti Ujian Nasional (UN).
Untuk masuk SMA Negeri favorit diperlukan nilai nem yang tinggi. Tentu saya takut tidak dapat masuk ke sana dan malah terpaksa mendaftar ke sekolah swasta.
Tetapi saya mencoba percaya kepada kemampuan yang saya miliki dan tetap mengambil risiko. Singkat cerita, pada saat hasil UN di bacakan saya bersyukur karena cukup memuaskan.
Kemudian saya dengan yakin mendaftar online untuk masuk SMAN dan memilih SMAN 68 IPA sebagai pilihan saya karena saya juga mendengar dari teman-teman bahwa SMAN 68 memiliki kesempatan yang lebih banyak daripada sekolah lainnya untuk masuk universitas negeri melewati jalur PTN.
Selain itu, fasilitas sarana dan pra-sarana di SMAN 68 sudah lebih dari cukup. Jarak dari rumah saya ke SMAN 68 juga tidak terlalu jauh.
Untuk masuk SMA Negeri favorit diperlukan nilai nem yang tinggi. Tentu saya takut tidak dapat masuk ke sana dan malah terpaksa mendaftar ke sekolah swasta.
Tetapi saya mencoba percaya kepada kemampuan yang saya miliki dan tetap mengambil risiko. Singkat cerita, pada saat hasil UN di bacakan saya bersyukur karena cukup memuaskan.
Kemudian saya dengan yakin mendaftar online untuk masuk SMAN dan memilih SMAN 68 IPA sebagai pilihan saya karena saya juga mendengar dari teman-teman bahwa SMAN 68 memiliki kesempatan yang lebih banyak daripada sekolah lainnya untuk masuk universitas negeri melewati jalur PTN.
Selain itu, fasilitas sarana dan pra-sarana di SMAN 68 sudah lebih dari cukup. Jarak dari rumah saya ke SMAN 68 juga tidak terlalu jauh.
Langganan:
Komentar (Atom)

